Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Inforial Pemkab Aceh Jaya · 26 Sep 2026 20:26 WIB ·

Kementan melalui BRMP Aceh Luncurkan Tanam Perdana Padi Modern di Aceh Jaya


 Foto ist Perbesar

Foto ist

Aceh Jaya (AJP) – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi (BRMP) Aceh meluncurkan tanam perdana padi menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 314 hektar di Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

Kepala BRMP Aceh, Firdaus menjelaskan bahwa mensejahterakan petani menjadi salah satu program dari Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman selama ini.

Salah satu caranya, kata dia, adalah dengan meningkatkan produktivitas padi yang biasanya hanya lima hingga enam ton menjadi hingga sepuluh ton melalui program pertanian modern.

“Dengan program PM AAS ini dapat cepat mensejahterakan petani sampai seratus persen. Kalau kebiasaan sekarang tanam 5 ton dengan keuntungan sekitar Rp35 juta, berarti dengan program PM AAS ini, kita bisa meningkatkan keuntungan petani menjadi Rp 60 sampai 70 juta per sekali tanam,” ujarnya usai penanaman perdana PM-AAS, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, produksi yang mencapai sepuluh ton dengan sistem PM AAS ini bisa diraih lantaran memberikan kerapatan tanaman.

“Dengan metode ini, jumlah populasi tanaman padi per hektar itu bertambah dari 300.000 per rumpun menjadi 800.000. Jadi dia semakin rapat ke belakang tapi barisannya tetap 25 cm,” kata dia.

“Kemudian lebih efektif, efisien. Tidak ada lagi mengeluarkan anggaran Rp3,5 juta untuk ongkos tanam. Karena kita langsung ke dalam lahan sehingga tanaman menjadi sehat, tidak ada stres lagi,” ungkapnya.

Firdaus juga menjelaskan jika pemilihan lokasi di Aceh Jaya sendiri karena pihaknya melihat wilayah yang tersedia air.

“Untuk PM AAS di Aceh Jaya sendiri tahap awal seluas 314 hektar, itu program pertama. Untuk seluruh Aceh kita targetkan 34.500 hektar program PM AAS ini sampai Desember 2026,” katanya.

Ia berharap agar kedepan seluruh wilayah di Aceh dapat mengikuti program PM AAS, apalagi saat ini seluruh kegiatan didampingi oleh para penyuluh pertanian.

Selain itu, Firdaus menjelaskan pihaknya akan mendukung setiap kebutuhan teknis di lapangan, seperti halnya Seeder (alat sorong benih) dan lain-lain yang akan disediakan ke depan.

“Dukungan alat seperti seeder akan kita sediakan untuk semua penyuluh dan semua desa. Total yang sudah kami bisa tahu angkanya itu sekitar 3.045 unit. Itu dengan anggaran hampir tiga miliar lebih, artinya satu unit itu satu jutaan,” bebernya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, mengharapkan agar semua pihak terutama para petani tak ragu dengan teknologi yang ada.

“Jadi teknologi ini tidak bisa dihambat. Ketika ada hal-hal yang baru, tentu pemerintah tidak akan mau bermain-main dan akan terus mendorong demi kesejahteraan petani,” ucapnya.

Ia menambahkan, program PM ASS ini akan menambah produktivitas petani dengan catatan para petani harus ikut serius dalam prosesnya.

“Pemerintah akan terus membantu para petani di Aceh sesuai dengan arahan Gubernuh Aceh, Wagub serta Sekda Aceh, seperti halnya benih termasuk alsintan,” kata dia.

“Untuk alsintan sendiri di tahun ini, bantuan dari kementerian ada sekitar 1700 unit untuk seluruh kabupaten/kota,” tambahnya.

Di sisi lain, Bupati Aceh Jaya, Safwandi menyambut baik adanya program tersebut, sehingga kedepan produktivitas petani juga akan meningkat.

“Petani ini memang prioritas utama kita karena ini merupakan pelayanan dasar dan kebutuhan bagi kita, sehingga dorongan ataupun dukungan dari pada pemerintah daerah sangat serius terhadap para petani,” ucap Bupati.

Dirinya juga mengharapkan para petani agar tidak mengalihfungsikan lahan dari sawah ke kebun sawit atau yang lainnya.

“Contoh kita harus tetap membantu yang di kawasan yang sangat tinggi sedikit kita bantu pompanisasi agar mereka itu bisa bercocok tanam dan bertani walaupun tidak sempat tiga kali setahun minimal bisa melaksanakan dua kali,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KNPI Aceh: KDMP Bisa Jadi Penggerak Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang Pascabencana

12 October 2026 - 16:14 WIB

Sekolah Rakyat Juga Berjalan di Lhokseumawe, KNPI Aceh: Trobosan Spektakuler!

12 October 2026 - 04:01 WIB

Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Generasi Muda

11 October 2026 - 16:27 WIB

Residivis Curanmor Kembali Berulah, Jatanras Polresta Banda Aceh Tangkap Pria yang Curi Ponsel dan Rice Cooker Mahasiswi

11 October 2026 - 08:09 WIB

Irwanto NP Dorong Keterlibatan Seluruh Pihak Sukseskan PORA XV Aceh Jaya

10 October 2026 - 15:37 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Aceh Jaya Sulap 4.720 Hektar Lahan Rawa Jadi Sawah

10 October 2026 - 15:11 WIB

Trending di Inforial Pemkab Aceh Jaya