Aceh Jaya (AJP) – Penundaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV dari 2026 ke 2027 menjadi momen Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk mematangkan persiapan event olahraga terbesar di Aceh tersebut.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, Kamis (8/10/2026). “Ini kesempatan bagi Aceh Jaya sebagai tuan rumah untuk menyelesaikan berbagai persiapan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh bersama Pemkab Aceh Jaya selaku tuan rumah PORA ke XV resmi menunda event empat tahunan itu dari rencana awal di November 2026 ke Mei 2027.
Keputusan tersebut sengaja diambil lantaran pemerintah ingin terlebih dahulu berfokus pada pemulihan pasca bencana Aceh.
Wabup mengatakan, keputusan penundaan PORA merupakan kebijakan yang bijaksana, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung pada sejumlah wilayah Aceh.
“Keputusan penundaan PORA merupakan kebijakan yang sangat bijaksana, di tengah kondisi pemulihan pascabencana Aceh,” ungkapnya.
Menurut Ketua Umum PB PORA Aceh Jaya ini, penundaan itu tidak hanya memberi ruang bagi kabupaten/kota terdampak bencana untuk mempersiapkan kontingen secara lebih optimal.
Namun, kata dia, juga memberikan kesempatan bagi Aceh Jaya sebagai tuan rumah untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Sejauh ini, wilayah yang berjuluk Bumoe Poe Teumeureuhom tersebut telah menunjukkan keseriusan mempersiapkan diri sebagai tuan rumah melalui dukungan penganggaran.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,5 miliar dalam APBK 2027 untuk mendukung kesuksesan PORA.
“Selain pergeseran anggaran 2026, pada APBK Aceh Jaya 2027 juga telah dianggarkan Rp22,5 miliar untuk PORA. Ini bukti keseriusan Aceh Jaya sebagai tuan rumah,” jelas Muslem.
Dukungan anggaran itu dapat memperkuat kesiapan Aceh Jaya, baik penyelesaian venue serta kebutuhan PORA lainnya.
Di sisi lain, sambung nya, bantuan Pemerintah Aceh untuk penuntasan venue dan pemenuhan biaya kegiatan juga sangat diharapkan.
“Kita berharap tahun 2027 dapat menyediakan venue untuk 29 cabang olahraga, sehingga seluruh cabor dapat dipertandingkan dalam wilayah Kabupaten Aceh Jaya,” ucapnya.
Ia berharap, pelaksanaan PORA di Aceh Jaya nantinya tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, melainkan juga memberikan manfaat jangka panjang terhadap perkembangan olahraga di Aceh.
“Mudah-mudahan PORA Aceh Jaya dapat berlangsung sukses dan meninggalkan legacy bagi generasi penerus olahraga Aceh,” pungkasnya.



















































