Aceh Jaya (AJP) – Bapperida Kabupaten Aceh Jaya melalui Bidang Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh dan SDM (PPKPSDM) melaksanakan Rapat Koordinasi Tahapan Evaluasi Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) Kabupaten/Kota di Aula Bapperida Kabupaten Aceh Jaya pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 51 peserta dari setiap SKPK sesuai klaster Kabupaten Layak Anak (KLA), guna memperkuat pemenuhan indikator KLA dan mengejar target predikat KLA kategori Madya tahun 2026.
Kepala Bidang PPKPSDM Bapperida Aceh Jaya, Alinda Melyanti, mengatakan KLA telah memiliki keterkaitan langsung dengan arah pembangunan Aceh Jaya 2025–2029, khususnya Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Nomor 10 tentang penguatan kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
“Yang perlu kita perkuat adalah memastikan 24 indikator KLA terintegrasi dalam RKPD, Renja SKPK, penganggaran, dan pelaksanaan program lintas sektor. Jadi, KLA tidak hanya sebatas pemenuhan administrasi, tetapi harus diwujudkan melalui program dan kegiatan yang nyata,” ujar Alinda.
Menurutnya, hasil evaluasi sebelumnya perlu menjadi dasar untuk mengidentifikasi indikator yang masih lemah dan menentukan langkah perbaikan, termasuk dukungan program serta anggaran dari masing-masing SKPK.
Terlebih, kata dia, Aceh Jaya telah memiliki Qanun tentang Kabupaten Layak Anak sebagai landasan hukum penguatan KLA.
“Mengingat target Aceh Jaya tahun 2026 adalah memperoleh predikat KLA kategori Madya, diperlukan komitmen bersama seluruh SKPK. Setiap indikator harus memiliki program, target kinerja, dukungan anggaran, dan bukti pelaksanaan yang jelas,” katanya.
Alinda berharap koordinasi tersebut dapat memperkuat sinergi seluruh SKPK sehingga pembangunan Aceh Jaya semakin responsif terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak serta mampu mencapai target KLA Madya tahun 2026.



















































