Calang (AJP) – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJA) mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, dayah, dan pesantren di kabupaten tersebut.
Ketua ISAJA, Mustafa Kamal HKZ berharap dukungan tersebut terus diperkuat melalui kebijakan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia santri.
“Hari Santri Nasional memiliki makna historis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Peringatan ini berkaitan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945, sebagai bagian penting dari perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Pengakuan negara terhadap momentum tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri” ” ujar Mustafa, Rabu (21/10/2026) di Calang
Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri”, ISAJA memandang bahwa peran santri dalam pembangunan perlu terus diperkuat melalui pendidikan yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta peningkatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Mustafa, Santri tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian strategis dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan intelektual bangsa.
Mustafa mengungkapkan, ISAJA mengapresiasi berbagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan santri dan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan. Ke depan, perhatian tersebut diharapkan semakin diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, perluasan akses beasiswa, penguatan kompetensi tenaga pendidik, literasi digital, serta pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi santri.
“Dalam konteks pembangunan Kabupaten Aceh Jaya, penguatan pendidikan dayah dan pemberdayaan santri merupakan bagian penting dari investasi sumber daya manusia” lanjutnya
Karena itu, tambah Mustafa, sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, masyarakat, dan organisasi santri perlu terus diperkuat agar program pembangunan mampu menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda.
ISAJA menegaskan bahwa penghargaan terhadap santri tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan kesempatan nyata untuk belajar, berkembang, serta berkontribusi bagi masyarakat.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas sebagai pendidik, akademisi, pemimpin masyarakat, wirausahawan, dan penggerak kemajuan daerah maupun nasional” pungkasnya (*)
Pewarta : Putri
Editor : Redaksi





















































