Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Kesehatan · 7 Sep 2023 07:41 WIB ·

ALIBATA, Inovasi Unggulan Bener Meriah dalam Percepatan Penurunan Stunting


 ALIBATA, Inovasi Unggulan Bener Meriah dalam Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

Redelong (AJP) – Plt Bupati Bener Meriah, Haili Yoga memaparkan dan memperkenalkan ALIBATA (Anak Lahir Bidan Beri Akta, Kartu Kesehatan dan KIA) sebagai inovasi unggulan penurunan stunting di daerah penghasil kopi arabika terbaik di Aceh.

Inovasi unggulan itu diangkat pada kegiatan Pendampingan dan Orientasi Pengelola Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif Unggulan (PENTAS BKB HI Unggulan) yang dilaksanakan di Bener Meriah, Kamis, (31/8/2023) lalu.

Kegiatan yang dibuka secara virtual oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti ini juga dihadiri secara virtual di Jakarta oleh Asisten Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Kepala Desa Buniseuri, Rusmana, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Irma Ardiana dan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Thamrin.

Di Aula Pemkab Bener Meriah, turut hadir Forkapimda, Sekretaris Daerah Kabupaten, Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera/Pembangunan Keluarga BKKBN Perwakilan BKKBN Aceh, Faridah, Kepala OPD KB, Reje, Kepala Desa Rembele, Suhailu dan Penyuluh/Kader KB, Bidan serta PKK.

“Kita memiliki beragam inovasi yang telah kita lahirkan yang sangat berkaitan dengan layanan-layanan dalam Program Bina Keluarga Balita atau BKB, yaitu program ALIBATA, program kerjasama dengan BPJS dan Dinas Kependudukan. Begitu anak lahir telah kita berikan Akte Kelahiran dan Kartu BPJS,” kata Haili Yoga.

Artinya, kata dia, kesehatan anak sudah ditanggung oleh pemerintah. “Nah, ini yang kami lakukan dan hari ini sudah mencapai 99 persen. Di Bener Meriah anak yang lahir itu langsung mendapatkan kartu BPJS dan identitas anak, akte kelahiran dan kartu anak. Ini semua sudah dilakukan di 10 kecamatan dan 232 desa,” katanya lagi.

Menurut Haili Yoga, karya inilah yang sampai saat ini sudah memberikan pengaruh sangat berarti, khususnya bagi kaum perempuan dan anak. Juga telah memberikan kontribusi yang begitu besar terhadap program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bener Meriah.

Selain ALIBATA, keterlibatan orang tua dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kata Pj. Bupati Bener Meriah, sangat penting dilaksanakan. Para kader BKB juga bertugas untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua, agar mampu menerapkan kelas pengasuhan diri rumah untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia 0-23 bulan.

“Himbauan ini sudah kami sampaikan dalam setiap kesempatan kepada seluruh masyarakat Bener Meriah. Terutama kepada Calon Pengantin. Sehingga masyarakat paham tentang pentingnya kualitas tumbuh kembang anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar mantan Sekda Kabupaten Bener Meriah.

Terkait, Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif Unggulan (BKB HIU), ia mengatakan, bahwa BKB HIU adalah wujud nyata implementasi dari penyelenggaraan kelas pengasuhan orang tua.

Program ini dapat mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan data, seperti ibu hamil, keluarga dengan anak usia 0-23 bulan, dan lainnya. Data yang dihasilkan terintegrasi antar pihak-pihak terkait.

Sebagai dasar hukum atau regulasi terkait kelompok BKB yang ada di Bener Meriah, jelas dia, pemerintah daerah juga sudah mengeluarkan Peraturan Bupati. Peraturan ini memuat kebijakan tentang anggaran untuk Kader Bina Keluarga Balita ke dalam anggaran desa.

“Artinya, Pemkab Bener Meriah sangat serius memerangi kasus stunting. Apalagi dengan komitmen dan dukungan dari seluruh unsur Forkopimda untuk ikut terlibat sebagai Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS),” jelasnya lagi.

Reje Kampung Rembele, Suhailu memberikan beberapa praktik baik yang dilakukan oleh BKB Mutik Cempaka. Selain melakukan enam pelayanan, BKB ini telah membuat perencanaan program yang dilakukan awal tahun. Kemudian dilaksanakan setiap bulan sesuai jadwal. Di evaluasi setiap tiga bulan sekali.

Kampungnya, kata Reje Rembele, juga menerapkan inovasi ALIBATA dan RGG (Rumoh Gizi Gampong) selama 90 hari. Pendampingan RGG selama 90 hari itu diwujudkan dalam bentuk melakukan konsultasi gizi didampingi Tim Pendamping Gizi Puskesmas, Kelas Memasak yang disesuaikan dengan usia anak, Penyiapan makanan satu kali sehari dengan besaran biaya Rp 18.000, dan pengantaran makanan ke anak stunting.

“Kader kami akan mendampingi keluarga untuk memberikan makanan ke anak. Alhamdulillah, program ini memberi dampak. Tahun 2022 kita ada 13 anak stunting. Kini, di 2023, tinggal enam anak stunting. Di antara enam itu, satu sudah memasuki fase balita,” tutupnya.

Adapun enam layanan BKB HI Unggulan adalah administrasi kependudukan dan pemilikan jaminan kesehatan; Pengasuhan/parenting bersama; pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak; Pembentukan karakter; Promotif, preventif, pemeliharaan kesehatan; Rujukan/Konseling/Perawatan/Bansos.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aceh Berkomitmen Cegah Stunting

21 November 2023 - 01:42 WIB

Safrina Salim, Perempuan Pertama yang Menjabat sebagai Kepala BKKBN Aceh

11 September 2023 - 14:56 WIB

Lokasi Layanan KB di Samudera Hindia, Tim Melaju dengan Perahu di Tengah Badai

7 September 2023 - 07:48 WIB

Dukung Suksesnya PORA ke-XV, Pemkab Aceh Jaya Gelar Fun Bike dan Fun Walk

19 March 2023 - 03:48 WIB

Believing These 5 Myths About Health Keeps You From Growing

26 August 2021 - 20:54 WIB

Trending di Kesehatan