Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 16 Feb 2026 02:51 WIB ·

Bangkai Boat Karam di Kuala Krueng Cangkoi Ganggu Aktivitas Nelayan


 Bangkai Boat Karam di Kuala Krueng Cangkoi Ganggu Aktivitas Nelayan Perbesar

Aceh Barat (AJP) – Keberadaan sebuah bangkai boat yang karam di Kuala Krueng Cangkoi wilayah Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat menganggu aktivitas nelayan setempat.

Bangkai boat itu bukan milik nelayan setempat dan kepemilikannya hingga kini masih misterius. Hal tersebut diungkapkan oleh Panglima Laot Lhok Padang Seurahet, Kismar Turangga alias Ucok, Minggu (15/2/2026).

Kismar mengatakan, keberadaan bangkai boat itu sangat menggangu aktivitas nelayan yang keluar masuk dari kuala. Jalur mulut Kuala Krueng Cangkoi sendiri merupakan satu-satunya akses nelayan setempat untuk melaut.

“Keberadaan bangkai boat di tengah jalur itu menjadi hambatan bagi aktivitas perikanan masyarakat,” ujarnya.

Selama ini, para nelayan setempat mengeluh dengan kondisi tersebut. Pasalnya, kondisi itu membahayakan keselamatan saat melintas, terutama saat malam hari dan air pasang surut.

“Boat itu sangat mengganggu, posisi tenggelamnya tepat di jalur keluar masuk nelayan, kami khawatir bisa terjadi kecelakaan,” ungkap dia.

Kismar pun berharap kepada siapapun pemilik kapal itu agar segera bertanggung jawab dan melakukan evakuasi secepat mungkin. Persoalan ini, kata dia, tak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut keselamatan banyak pihak.

Keluhan serupa juga disampaikan S Ginting atau yang akrab disapa Toke Cut, salah seorang pemilik boat tangkap ikan KM Talenta. Diakuinya aktivitas melaut terganggu karena nelayan harus sangat berhati-hati saat melintas di lokasi boat tenggelam.

“Kami sangat terganggu. Jalurnya sempit, kalau tidak segera diangkat bisa membahayakan kapal nelayan lain,” beber Toke Cut.

Kismar pun menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait apabila dalam waktu dekat tak ada upaya evakuasi terhadap boat yang dimaksud.

Ia menilai, selain mengganggu aktivitas ekonomi nelayan, keberadaan boat tersebut berpotensi merusak jalur pelayaran tradisional yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir.

Para nelayan berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan membantu proses evakuasi agar aktivitas melaut kembali normal dan aman.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Pelayanan Konsumen SPBU Selama Ramadhan 1447 H

23 February 2026 - 08:19 WIB

DS Sebarkan Ujaran Kebencian dan Penistaan Agama Lewat Media Sosial, Kini Diamankan di Polda Aceh

21 February 2026 - 09:56 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Proyeksikan Kenaikan Kebutuhan LPG Hingga 3,8 Persen saat Ramadan dan Idul Fitri 2026

19 February 2026 - 12:24 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan Santunan bagi Anak Yatim

19 February 2026 - 12:19 WIB

Jembatan Sementara Aih Bobo Rampung, Akses Gayo Lues Kembali Tersambung

16 February 2026 - 13:05 WIB

Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident

13 February 2026 - 10:15 WIB

Trending di News