Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 11 Jun 2023 18:05 WIB ·

Warga Alue Meuraksa Demo Kejari Aceh Jaya


 Puluhan warga Gampong Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (7/6/2023). (Foto/Ist) Perbesar

Puluhan warga Gampong Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (7/6/2023). (Foto/Ist)

Aceh Jaya (AJP) – Puluhan warga Gampong Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (7/6/2023).

Kedatangan warga tersebut untuk menuntut keadilan dan mengusut tuntas kasus program peremajaan sawit atau replanting yang sedang berlangsung di desanya. Massa juga menuntut salah satu oknum pejabat di Kejari Aceh Jaya meminta maaf karena diduga sudah mengancam Keuchik Alue Meuraksa.

“Salah satu oknum bagian dari lembaga Kejari di Aceh Jaya melakukan tindakan dan statemen yang dianggap di luar wewenang kinerja Kejari,” ujar Husaini, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi tersebut.

Koordinator aksi, Husaini membacakan tuntutan saat menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (7/6/2023). (Foto/Ist)

Husaini menjelaskan, kasus tersebut bermula saat Keuchik Gampong Alue Meuraksa mengeluarkan surat panggilan ditujukan kepada ketua Koperasi Sama Mangat pada tanggal 31 Maret 2023.

Namun, lanjutnya, Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Aceh Jaya diduga tidak senang dengan pemanggilan ketua Koperasi Sama Mangat ke Gampong Alue Meuraksa. Sehingga, tambahnya, Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan tersebut diduga mengancam keuchik.

Atas kejadian itu, Kelompok Tani Meuraksa Jaya dan masyarakat Gampong Alue Meuraksa dengan tegas mengkritik Kejari Aceh Jaya atas tindakan salah satu anggotanya tersebut.

“Menghalangi keuchik kami menuntut hak masyarakat terkait kasus replanting diduga fiktif di Gampong Alue Meuraksa,” pungkasnya.

Kajari Aceh Jaya Adam Ohoiled memberikan keterangan saat menerima para perwakilan peserta aksi, Rabu (7/6/2023). (Foto/Ist)

Terkait adanya dugaan pengancaman oleh salah seorang oknum pejabat di Kejari Aceh Jaya terhadap keuchik, Kepala Kajari Aceh Jaya, Adam Ohoiled, mengatakan akan mengumpulkan laporan dari peserta aksi untuk dievaluasi.

“Nanti laporan dari teman-teman ini akan dikumpul untuk kita evaluasi. Inikan masih sifatnya laporan. Kita aparat penegak hukum tidak bisa berandai-andai,” kata Adam

“Jadi kasih kesempatan dulu buat kami. Apalagi bukti yang disampaikan teman-teman itu kan belum diuji. Belum kita lihat secara detail, makanya kasih waktu kita lihat dulu,” tambahnya.

Adam kembali memperjelas, Kejari Aceh Jaya selalu bekerja secara prosedur. Jika ada permasalahan, masyarakat bisa memberi laporan kapan pun.

“Nanti kita akan lihat dulu bukti-bukti pendukung untuk dilakukan tindakan sesuai standar yang ada di kita,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tim 9 Kejagung Bakal Periksa Febrie Adriansyah di KPK Hari Ini

7 August 2026 - 07:16 WIB

Mourinho Punya Luka Modric Baru di Real Madrid

7 August 2026 - 07:12 WIB

Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh Positif

7 August 2026 - 07:01 WIB

Andi Kirana dan Jabir Diboyong ke Mabes Polri, Ini Kata Polda Aceh

7 August 2026 - 03:33 WIB

Pertamina Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Sumbar

6 August 2026 - 07:30 WIB

Menakar Kenaikan Gaji Kepala Daerah saat Pelayanan Publik Payah

4 August 2026 - 06:55 WIB

Trending di Ekonomi