Pidie Jaya (AJP) – Pengembangan kapasitas, sertifikasi kompetensi, ketenagakerjaan dan penguatan ekonomi menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan pemuda Pidie Jaya kepada DPD KNPI Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog pemuda dan masyarakat yang digelar melalui Gerakan Sinergi Pemuda dari Aceh untuk Indonesia di Kabin Mante, Pidie Jaya.
Ketua DPD KNPI Aceh, Aulia Rahman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KNPI mendengar langsung persoalan dan kebutuhan pemuda di daerah.
“Kegiatan ini untuk menjemput aspirasi dari teman-teman yang ada di Pidie Jaya,” ujar Aulia dalam keterangannya kepada media ini.
Roadshow tersebut, kata Aulia, akan dilanjutkan ke berbagai daerah di Aceh agar suara pemuda dari pelosok dapat menjadi masukan dalam penyusunan program kepemudaan.
Selain persoalan pekerjaan dan peningkatan kapasitas, peserta juga berharap KNPI Aceh memperluas akses informasi dan program pengembangan pemuda melalui platform digital.
Ketua DPD II KNPI Pidie Jaya, Marhaban, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap organisasi kepemudaan kembali menjadi ruang kolaborasi dengan menghilangkan sekat-sekat perbedaan.
“Pemuda bukan hanya menjadi generasi penerus, tetapi juga sebagai people of chance untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.
Perwakilan BEM SI seluruh Indonesia dari Universitas Syiah Kuala, Arif Zulfata, mengatakan mahasiswa dan pemuda tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga perlu membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah.
“Mahasiswa dididik bukan hanya untuk mengkritisi, tapi juga untuk berkolaboratif dengan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Aulia mengatakan KNPI Aceh ingin menjadikan rangkaian roadshow tersebut sebagai ruang komunikasi antara pemuda, masyarakat dan pemerintah.
Dari Pidie Jaya, KNPI Aceh mulai menghimpun aspirasi pemuda sebagai bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan Aceh hingga nasional.



















































