Banda Aceh (AJP) – RWN (34) warga Aceh Barat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena pencurian yang dilakukan di toko UD Zaffira Gampong Lamdom Banda Aceh pada Minggu, 26 Agustus 2026 lalu.
Berkedeok menanyakan alamat seseorang pada pemilik toko, akhirnya pelaku membawa kabur beras 15 kilogram merk Yushima sebanyak tujuh karung menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat Nopol BL 5581 EBA.
Plt Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kapolsek Lueng Bata, AKP Jufri membenarkan penangkapan terhadap pelaku di wilayah Aceh Selatan.
“Benar, terduga pelaku pencurian diamankan di Aceh Selatan pada Sabtu, 9 Agustus 2026 dini hari, ini berkat kerjasama antara Polresta Banda Aceh dengan Polres Aceh Selatan,” ucap Jufri.
Kejadian bermula pada saat RWN kala itu datang ke toko dan berpura-pura seolah menjadi sebagai pembeli dengan menanyakan harga beberapa jenis beras.
Setelah mengambil tujuh karung beras dan meletakkannya di motor, ia berpura-pura menanyakan alamat kepada korban yakni Syarifah Zukhria (36).
“Saat itu pula, korban juga didatangi pelanggan lain untuk berbelanja. Pelaku menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari toko dengan motornya,” ungkap Jufri.
Berdasarkan laporan yang dibuat korban dengan nomor LP.B/18/VII/2026/SPKT/Polsek Lueng Bata, tanggal 5 Agustus 2026, polisi pun mencari keberadaan terduga pelaku.
Tidak hanya di Banda Aceh, pencarian pelaku juga meluas ke wilayah lain, hingga diketahui RWN akan menuju ke kabupaten yang berjulukan Kota Naga.
Berbekal informasi itu serta penyelidikan, kemudian Polsek Lueng Bata berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Aceh Selatan.
“Tim pun akhirnya menangkap pelaku yang dengan sesuai laporan dari Polsek Lueng Bata. Kini pelaku pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,”ucap Kapolsek.
RWN beserta motornya kini diamankan di Polsek Lueng Bata Polresta Banda Aceh. Ia kemudian dijerat dengan Pasal 486 KUHP Jo Pasal 477 KUHP.
“Pelaku tak hanya mencuri di situ, namun hasil interogasi ia sebelumnya pernah mencuri di kawasan Peunayong, Lueng Bata, Keutapang, Panteriek, Simpang Surabaya, Ateuk Munjeng dan Batoh,” katanya.






















































