Jakarta (AJP) – Pasar prediksi Polymarket mencatat volume pertaruhan untuk final Piala Dunia 2026 telah mencapai US$4,27 miliar atau sekitar Rp77 triliun (asumsi kurs Rp18.000/US$), menjelang laga puncak yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Berdasarkan data hingga Jumat (17/7), Spanyol paling diunggulkan menjadi juara Piala Dunia 2026 dengan peluang menang 58,4%. Sementara itu, peluang Argentina berada di kisaran 41%.
Sebagai catatan, persentase itu mencerminkan ekspektasi pasar prediksi terhadap peluang bagi masing-masing negara membawa pulang trofi Piala Dunia 2026.
Namun probabilitasnya masih bersifat dinamis, karena mengikuti harga kontrak yang diperdagangkan.
Polymarket akan menggunakan informasi resmi dari FIFA sebagai acuan utama. Namun jika diperlukan, mereka juga bisa mengacu pada berita dari media kredibel.
Pasar prediksi pemenang Piala Dunia 2026 ini telah dibuka sejak 2 Juli 2025 dan akan ditutup setelah babak final antara Spanyol dan Argentina.
Pertandingan final akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.00 Waktu Timur Amerika Serikat atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Namun perlu diketahui, saat ini akses ke platform Polymarket telah dibatasi oleh Pemerintah Indonesia sejak Mei 2026, karena terkait aktivitas perjudian online.
Pembatasan ini juga menyusul adanya spekulasi yang mempertaruhkan kemunduran Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara. (KR/IDNFinancials)






















































