Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Hukum · 22 Jun 2026 11:29 WIB ·

Dua Terdakwa Kasus Korupsi Wastafel Dibebaskan, Jaksa Ajukan Kasasi


 Dua Terdakwa Kasus Korupsi Wastafel Dibebaskan, Jaksa Ajukan Kasasi Perbesar

Banda Aceh (AJP) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh memvonis bebas dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel pada SMA, SMK, dan SLB se-Aceh Tahun Anggaran 2020.

Vonis putusan ini dibacakan dalam sidang yang berlangsung di pengadilan setempat di Banda Aceh, Senin 22 Juni 2026, dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa berinisial WN dan IQ.

Majelis hakim menyatakan WN dan IQ tak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan JPU serta membebaskan kedua terdakwa dari seluruh dakwaan.

Dalam sidang itu, hakim yang dipimpin Muhammad Jamil juga memerintahkan agar kedua terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan dan memulihkan hak-hak mereka dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabat seperti semula.

Selain itu, hakim memerintahkan pengembalian uang sebesar Rp411,24 juta kepada terdakwa WN. Sementara barang bukti berupa dokumen dikembalikan kepada penuntut umum untuk diserahkan kepada Dinas Pendidikan Aceh.

Adapun sisa uang lebih dari Rp3,06 miliar dikembalikan kepada penuntut umum untuk dipergunakan dalam perkara lain.

Usai putusan dibacakan, JPU menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari sebelum menentukan sikap hukum. Sementara kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut. Kejari Banda Aceh bakal mengajukan upaya hukum kasasi.

“Kejari Banda Aceh memastikan akan menempuh upaya hukum kasasi. Menurut Kadafi, langkah itu diambil karena jaksa menilai terdapat fakta-fakta persidangan yang menunjukkan adanya perbuatan sebagaimana didakwakan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh, Muhammad Kadafi dalam keterangan tertulisnya.

Dalam persidangan, terdakwa IQ mengakui melaksanakan pekerjaan pengadaan langsung pembuatan wastafel yang bersumber dari dana APBA hasil refocusing Covid-19 Dinas Pendidikan Aceh.

Modal pekerjaan itu berasal dari terdakwa WN, sementara 20 paket pekerjaan di Kabupaten Aceh Timur menggunakan nama perusahaan yang bukan milik IQ.

Selain itu, hasil pemeriksaan fisik secara uji petik oleh Politeknik Negeri Lhokseumawe menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan kontrak yang telah disepakati.

Pelaksanaan proyek tersebut juga disebut tidak didukung adendum kontrak maupun kontrak konsultan pengawas.

“Kedua terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan BPKP Aceh sebesar Rp411.244.479,35 yang berasal dari 20 paket pekerjaan di Kabupaten Aceh Timur,” ujar Kadafi.

Kasus ini bagian dari perkara dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan wastafel pada SMA, SMK, dan SLB se-Aceh Tahun Anggaran 2020 yang didanai melalui APBA hasil refocusing Covid-19.

Sebelumnya, pada 17 Juni 2026, majelis hakim yang sama telah menjatuhkan putusan terhadap lima terdakwa lainnya dalam perkara terpisah, yakni M, H, AH, MI, dan SMY.

Kelima terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer penuntut umum.

“Mereka masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp50 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 50 hari,” ujar Kadafi.

Kadafi menjelaskan, proses penuntutan perkara ini telah dimulai sejak Agustus 2024 melalui perkara jilid pertama yang melibatkan tiga terdakwa.

Proses persidangan hingga eksekusi berlangsung sampai Agustus 2025. Selanjutnya, pada awal 2026, penanganan perkara dilanjutkan ke jilid kedua dengan tujuh orang terdakwa.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketua Baitul Mal Pidie Jaya Meninggal dalam Rumah, Diduga Sakit Jantung

23 August 2026 - 10:29 WIB

Polresta Banda Aceh Amankan Dua Pelaku Perampasan Sepeda Motor

23 August 2026 - 07:04 WIB

Pelaku Pelecehan Anak di Banda Aceh Serahkan Diri ke Polisi

22 August 2026 - 05:21 WIB

Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe, Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim Petambak Udang melalui Gampong Berdikari

22 August 2026 - 05:03 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

22 August 2026 - 04:49 WIB

Di Tengah Efisiensi dan Bencana, ICW Temukan Pengadaan Burung Merpati Rp305 Juta oleh Kemensetneg

22 August 2026 - 02:23 WIB

Trending di Ekonomi