Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Ekonomi · 23 Jun 2026 10:11 WIB ·

Pelabuhan Lhokseumawe Pegang Peranan Strategis Pusat Distribusi Energi Nasional


 Pelabuhan Lhokseumawe Pegang Peranan Strategis Pusat Distribusi Energi Nasional Perbesar

Banda Aceh (AJP) – Provinsi Aceh, khususnya melalui infrastruktur pelabuhan di Lhokseumawe, kini memegang peranan strategis sebagai pusat distribusi (hub) energi nasional.

Wilayah ini menjadi gerbang utama lalu lintas importasi komoditas propana dan butana oleh PT Pertamina Patra Niaga guna menjamin ketahanan pasokan gas elpiji (LPG) untuk regional Sumatera Bagian Utara.

Cakupan distribusi dari hub Aceh ini melayani skala kebutuhan energi untuk area Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Kepulauan Riau.

Posisi strategis sebagai hub distribusi ini tak pelak berdampak langsung pada postur neraca perdagangan daerah.

Berdasarkan data kepabeanan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, nilai devisa impor komoditas energi yang didominasi oleh negara asal Amerika Serikat (United States) ini mencatatkan angka yang tinggi.

Sepanjang tahun 2025, importasi propana dan butana menembus angka USD 528 juta (92% dari total devisa impor Provinsi Aceh).

Importasi pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebesar USD 231 juta (83% dari keseluruhan nilai impor daerah).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, M Rizki Baidillah menyampaikan, transparansi data kepabeanan ini penting untuk memotret dinamika riil perekonomian daerah.

“Menjadi hub jalur distribusi logistik regional adalah sebuah keunggulan infrastruktur. Namun, hal ini tidak bisa dihindari membawa tantangan tersendiri bagi Aceh untuk menciptakan dan mempertahankan neraca perdagangan yang surplus,” katanya, Selasa (23/6/2026).

“Tingginya angka impor energi ini menuntut kita untuk memiliki strategi khusus guna mengakselerasi kinerja ekspor, sehingga devisa yang masuk tetap lebih tinggi daripada devisa yang keluar,” sambung dia.

Tantangan untuk mengimbangi tingginya nilai impor tersebut tergambar dari struktur ekspor daerah.

Catatan kinerja ekspor Provinsi Aceh selama tahun 2025 menunjukkan bahwa pundi-pundi devisa daerah masih sangat bergantung pada sektor komoditas ekstraktif dan agrikultur primer.

Batubara memegang kendali sebagai penyumbang tertinggi sebesar 67%, disusul oleh kopi (11%), Crude Palm Oil/CPO dan produk turunannya (10%), rempah dan produk tanaman (5%), produk kimia (2,6%) dan komoditas lainnya.

Mayoritas produk ekspor tersebut saat ini masih didominasi oleh pengiriman bahan mentah (raw material).

Menilik fenomena data tersebut, sajian informasi kepabeanan ini diharapkan dapat menjadi referensi objektif dan bahan atensi bersama.

“Mendorong langkah konkret menuju hilirisasi industri dinilai dapat menjadi salah satu jawaban strategis,” ungkapnya.

Transformasi dari ekspor bahan mentah menuju produk olahan bernilai tambah tidak hanya krusial untuk melipatgandakan devisa ekspor, tetapi juga diproyeksikan akan menciptakan multiplier effect yang memicu pertumbuhan industri pengolahan serta perluasan lapangan kerja lokal.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diduga Langgar Syariat di Medsos, Seleb Aceh Besar Diamankan Satpol PP-WH Aceh

18 July 2026 - 16:37 WIB

Taruhan final Piala Dunia Spanyol vs Argentina tembus Rp77 triliun

18 July 2026 - 16:31 WIB

Polsek Kutaraja Amankan Terduga Pelaku Curanmor

18 July 2026 - 16:21 WIB

Perampok Toko Emas di Aceh Selatan Kabur Usai Terdengar Letusan

18 July 2026 - 05:48 WIB

Pertamina Optimalkan Penyaluran BBM di Aceh, Perkuat Suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe

17 July 2026 - 13:07 WIB

Distribusi BBM di Sumut Membaik, Pertamina Pastikan Pasokan Aman untuk Masyarakat

17 July 2026 - 10:55 WIB

Trending di Ekonomi