Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 21 May 2024 08:49 WIB ·

Bea Cukai Kembali Sita Barang Impor Ilegal Senilai Rp 3,6 Miliar di Aceh Tamiang


 Bea Cukai Kembali Sita Barang Impor Ilegal Senilai Rp 3,6 Miliar di Aceh Tamiang Perbesar

Langsa (AJP) – Tim Bea Cukai bersama Subdenpom IM menyita barang impor ilegal selundupan yang bernilai Rp 3,6 miliar di Aceh Tamiang.

Penindakan ini dilakukan tepat di kawasan Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara pada Kamis, 16 Mei 2024 lalu. 

Ada sembilan motor ilegal berbagai jenis dan puluhan koli onderdil, termasuk onderdil motor gede Harley Davidson yang disita. 

Selain itu, juga ada anjing ras, kura-kura albino, kura-kura Indian Star, tanaman hias, oli, pakaian bekas, kosmetik hingga onderdil alat berat ilegal. 

Kepala Bea Cukai Langsa, Sulaiman mengatakan, penindakan ini berawal dari adanya informasi tentang sebuah kapal cepat yang berupaya menyelundupkan barang impor ilegal pada Rabu, 15 Mei 2024 lalu. 

“Kami membentuk tim untuk melakukan operasi di laut dan darat,” ujarnya Selasa (21/5/2024). 

Tim mengejar sebuah kapal cepat yang masuk ke perairan Aceh Tamiang tepatnya di alur Pantai Kermak. Kapal itu ditemukan tanpa awak di alur sungai sekitar Desa Bandar Khalifah. 

“Kapal itu ditinggalkan oleh awaknya, tim juga menemukan sebuah gudang yang diduga digunakan sebagai tempat penimbunan barang impor ilegal,” ucapnya. 

Saat digeledah, ditemukan berbagai barang impor ilegal seperti sembilan motor berbagai jenis, onderdil, satwa, tanaman hias, kosmetik hingga bubuk teh dan onderdil alat berat. 

Seluruh barang bukti yang ada, termasuk kapal yang ditemukan, kini disita oleh petugas untuk diselidiki lebih lanjut guna mengungkap siapa pemiliknya. 

“Perkiraan nilai barang mencapai Rp 3,6 miliar, untuk potensi kerugian negara masih dalam proses penelitian,” katanya. 

Penyelundupan barang impor ilegal ini melanggar Pasal 102 UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

“Kami berkomitmen melindungi perekonomian negara dan menjaga masyarakat dari dampak negatif peredaran barang-barang ilegal,” tutupnya. 

Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dekya Pimpin IPSI Aceh Jaya Masa Bakti 2026-2030

17 October 2026 - 11:40 WIB

YARA Sayangkan Sikap Satlantas Aceh Jaya yang Dikeluhkan Wartawan, Minta Kapolres Bertindak

16 October 2026 - 15:53 WIB

PWI Aceh Jaya Sayangkan Sikap Kasatlantas, Minta Kapolres Evaluasi dan Bersikap

16 October 2026 - 12:53 WIB

Bahas Solusi Antrean Panjang BBM, Safwandi Panggil Pengelola SPBU

16 October 2026 - 04:20 WIB

Safwandi Dorong Keterbukaan Informasi Publik, Aplikasi SAJAN Jadi Andalan

15 October 2026 - 02:11 WIB

Pertamina Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Tamiang

15 October 2026 - 01:56 WIB

Trending di News