Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Inforial Pemkab Aceh Jaya · 27 Oct 2026 10:32 WIB ·

Bupati Safwandi Dorong Pengembangan Potensi Lokal Menjadi Produk Unggulan Bernilai Ekonomi


 Bupati Aceh Jaya, Safwandi memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah, Desa Alue Jang, Kecamatan Pasie Raya, Selasa (27/10/2026) (Foto/Ist) Perbesar

Bupati Aceh Jaya, Safwandi memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah, Desa Alue Jang, Kecamatan Pasie Raya, Selasa (27/10/2026) (Foto/Ist)

Calang ( AJP) — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus mendorong pengembangan potensi lokal menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi melalui kegiatan pengembangan ekonomi kreatif dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah, Desa Alue Jang, Kecamatan Pasie Raya, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menggali potensi sumber daya alam, kekayaan budaya, dan kearifan lokal Aceh Jaya agar memiliki nilai tambah ekonomi. Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memandang sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner dan pengolahan hasil perikanan, sebagai peluang untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah.

Salah satu fokus kegiatan adalah pengembangan subsektor kuliner melalui program Flagship Desa Kreatif bertajuk Masak Bersama Master (MASAMO). Program ini diikuti oleh 45 pelaku usaha kuliner, pengusaha katering, dan pembuat jajanan dari Desa Alue Jang dan sekitarnya yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai jual.

Dalam pelaksanaannya, peserta didampingi Chef Abdullah dari Islamic Chef & Culinary Indonesia (ICCI) untuk mengeksplorasi potensi perikanan lokal, khususnya ikan lele, menjadi hidangan modern. Beberapa kreasi yang diperkenalkan antara lain Lele Gulung Crispy with Black Curry dan Spaghetti with Acehnese Catfish Seasoning.

Tidak hanya berfokus pada kreativitas menu, pelatihan ini juga menekankan pengembangan produk Ready-To-Eat (RTE) atau siap santap dengan spesifikasi komersial, termasuk teknik peningkatan masa simpan melalui sterilisasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan produk olahan yang lebih tahan simpan dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk jaringan ritel modern.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Jaya Safwandi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI atas dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Jaya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas kreatif, media, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang produktif, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pengembangan ekonomi kreatif harus mampu menghasilkan nilai tambah dari potensi yang kita miliki, membuka lapangan kerja, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kreativitas dan inovasi harus terus didorong agar produk unggulan Aceh Jaya mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” demikian penekanan Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi, pengemasan, penguatan merek, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pasar. Selain itu, perlindungan HKI dinilai penting untuk menjaga identitas produk, melindungi hasil kreativitas masyarakat, serta memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan dan demonstrasi memasak semata, melainkan berlanjut menjadi pengembangan usaha yang nyata melalui inovasi produk, penguatan merek, perlindungan HKI, dan perluasan jaringan pemasaran” ujar bupati

Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Romi Astuti, menekankan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai The New Engine of Growth, dengan kekuatan yang tumbuh dari daerah.

Melalui MASAMO, lanjutnya, bahan pangan lokal diharapkan dapat diolah melalui sentuhan kreativitas menjadi produk baru yang menarik, bernilai jual, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Pengembangan ekonomi kreatif tersebut juga perlu diiringi dengan pemahaman mengenai perlindungan HKI. Bagi pelaku usaha, merek merupakan identitas yang membedakan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan daya saing” jelasnya

Sementara itu, tambahnya, kekayaan intelektual komunal, seperti ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, dan potensi indikasi geografis, perlu mendapatkan perhatian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain inovasi produk, pemanfaatan media digital, fotografi, videografi, dan konten kreatif juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk unggulan Aceh Jaya kepada masyarakat luas. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk kuliner dan olahan perikanan lokal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar setempat, tetapi juga menjangkau pasar regional hingga nasional” tutupnya

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan aktif pelaku usaha dan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM, menciptakan peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Kabupaten Aceh Jaya. (adv)

 

Pewarta : Putri

Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Aceh Jaya Terima Penghargaan Cita Daerah Inovasi Berkelanjutan

2 November 2026 - 10:57 WIB

Pemkab Aceh Jaya Dorong PPPK Persiapkan Kesejahteraan Finansial Masa Purnabakti

29 October 2026 - 10:47 WIB

Sekda Aceh Jaya Serahkan Penghargaan untuk Atlet dan Pelatih Teakwondo

28 October 2026 - 10:29 WIB

Sekda Aceh Jaya Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 98

28 October 2026 - 10:05 WIB

Tim Gabungan Pemkab Aceh Jaya Tertibkan 2 ASN dan 10 Siswa Saat Jam Kerja

27 October 2026 - 09:54 WIB

Pemkab Aceh Jaya Mulai Tahapan Perdana Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

23 October 2026 - 09:40 WIB

Trending di Inforial Pemkab Aceh Jaya