Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 11 Oct 2025 05:09 WIB ·

Gajah Liar Obrak Abrik Sawah dan Kebun Warga di Aceh Jaya, Kerugian Diperkirakan Jutaan Rupiah


 Kondisi sawah warga Desa Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya usai Seekor gajah liar mengobrak abrik pada Jum’at (10/10/2025) (Foto/Ist) Perbesar

Kondisi sawah warga Desa Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya usai Seekor gajah liar mengobrak abrik pada Jum’at (10/10/2025) (Foto/Ist)

Calang (AJP) – Seekor gajah liar kembali mengobrak abrik kawasan Persawahan dan perkebunan warga di Desa Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, pada Jum’at (10/10/2025) sore membuat warga setempat panik

Hewan berbadan besar itu mengamuk dan meluluhlantakkan tanaman warga, mulai dari padi siap panen, sawit, nilam, hingga tanaman kebun lainnya.
Kehadiran gajah itu membuat warga melakukan upaya pengusiran. Suara teriakan dan letusan mercon (petasan besar) terdengar bersahutan, namun upaya tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah halau pakai mercon, tapi gajahnya tak takut. Malah makin mendekat dan menginjak tanaman padi kami,” ujar Khairandi, salah satu warga Gampong Baroh, dengan nada kecewa dan cemas, Sabtu (11/10/2025) saat dihubungi

Menurutnya, gajah tersebut datang dari arah hutan yang berbatasan langsung dengan lahan pertanian penduduk. Diduga, satwa tersebut keluar dari habitatnya karena kekurangan makanan. Dalam beberapa minggu terakhir, warga juga mengaku melihat jejak kaki gajah di sekitar area kebun, pertanda hewan liar itu sudah sering mendekati permukiman.

“Kami takut, apalagi saat malam hari. Kalau sampai masuk kampung, bisa bahaya untuk anak-anak. Kami harap pemerintah dan BKSDA cepat datang sebelum gajahnya balik lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan akibat serangan gajah liar ini tergolong parah. Tanaman padi yang baru menunggu waktu panen terinjak dan rata dengan tanah, sebagian bahkan habis dimakan. Sementara kebun sawit dan nilam milik warga mengalami kerusakan di beberapa titik.

Khairandi memperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah, meski hingga kini belum ada pendataan resmi dari pihak berwenang. Kondisi tersebut membuat masyarakat cemas akan ancaman gagal panen, terlebih hasil pertanian menjadi tumpuan ekonomi utama warga Gampong Baroh.

“Kalau begini terus, kami bisa gagal panen total. Tolong pemerintah jangan diam saja,” kata Khairandi lagi dengan nada geram.

Di sisi lain, Khairandi menduga aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan, seperti pembukaan lahan dan penebangan liar, dan pertambangan turut mempersempit ruang jelajah gajah liar. Akibatnya, hewan tersebut semakin sering masuk ke wilayah penduduk untuk mencari makan.

“Masyarakat kini berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama pemerintah daerah Aceh Jaya segera turun tangan untuk mengevakuasi gajah tersebut. Mereka juga meminta agar solusi jangka panjang segera disiapkan, seperti pembuatan jalur khusus satwa atau penguatan pagar listrik di area rawan konflik” bebernya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA Aceh maupun pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terkait langkah penanganan kasus terbaru ini. Namun, peristiwa di Gampong Baroh menambah daftar panjang konflik manusia dan gajah liar di kawasan Setia Bakti, yang memang dikenal sebagai salah satu koridor lintasan utama gajah Sumatra di Aceh Jaya. (*)

 

Penulis : Putri

Editor : Redaksi

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian

22 May 2026 - 17:37 WIB

Sembilan Terpidana Dicambuk di Taman Sari

21 May 2026 - 11:29 WIB

Awak Pesawat Investor Saham, Kolaborasi BEI dengan Industri Aviasi

21 May 2026 - 11:20 WIB

Bea Cukai Gagalkan Upaya Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia

21 May 2026 - 09:22 WIB

Gedung Fakultas Pertanian USK Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab

21 May 2026 - 08:17 WIB

Pertamina Pastikan Penanganan Aman Insiden Mobil Tangki di Bener Meriah

21 May 2026 - 05:38 WIB

Trending di News