Aceh Jaya (AJP) – Upaya menghadirkan Museum Aceh Jaya sebagai ruang edukasi dan pengenalan sejarah daerah memasuki tahap penting.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Jaya, Juanda, turut melakukan peninjauan terhadap kesiapan pengoperasian Museum Aceh Jaya, Kamis (17/9/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum museum mulai dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.
Museum tidak hanya diharapkan menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal identitas, sejarah, dan warisan budaya Aceh Jaya.
Museum Aceh Jaya dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 21 September 2026. Bagi Disdikbud Aceh Jaya, keberadaan museum dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan berbasis sejarah dan kebudayaan.
Anak-anak sekolah nantinya tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga dapat melihat secara langsung berbagai peninggalan dan narasi sejarah yang tersimpan di daerahnya.
Museum pada akhirnya bukan sekadar bangunan dan koleksi. Ia adalah ruang untuk menghubungkan generasi hari ini dengan perjalanan masa lalu, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa Aceh Jaya memiliki sejarah dan identitas yang patut dirawat.
Senin, 21 September 2026, Museum Aceh Jaya membuka lembaran baru untuk menjadi ruang belajar, mengenal sejarah, dan merawat warisan budaya daerah.



















































