Calang (AJP) – Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Jaya, Sahputra menyoroti seringnya listrik padam di Aceh Jaya telah menjadi permasalahan serius yang berdampak bagi masyarakat di kabupaten tersebut
“Seringnya listrik padam di Aceh Jaya tentu sangat merugikan masyarakat dan sudah seharusnya dicarikan solusi kongkrit untuk permasalahan ini” ujar Sahputra, Kamis (2/5/2024)
Sahputra mengungkapkan, Aceh Jaya sudah 22 tahun pemekaran dari Aceh Barat masih harus bergantung pada gardu induk (GI) yang berada di Aceh Barat.
Menurutnya, hal ini sangat disayangkan. Pasalnya, selama ini jika ada perbaikan atau kerusakan yang terjadi di sepanjang jalur gardu induk, maka Aceh Jaya juga ikut berimbas.
“Misalnya ada gangguan di Aceh Barat, maka berimbas seluruh Aceh Jaya terjadi pemadaman. Keadaan seperti ini, yang merasakan dampak adalah masyarakat” ujarnya
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya serius mengatasi masalah ini. Sudah seharusnya Aceh Jaya dibangun gardu induk. Menurut kami, ini adalah solusi konkrit sebagai jalan keluar dari permasalahan ini” lanjutnya
Oleh karena itu, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya harus berupaya dan memanggil Perusahan Listrik Negara (PT PLN Persero) untuk mewujudkan dan membangun Gardu Induk di Aceh Jaya sebagai penyuplai listrik.
“Kami mengingatkan, Aceh Jaya tuan rumah PORA VX tahun 2026. Listrik merupakan bagian penting dalam menyukseskan event akbar tersebut. Pemerintah harus sigap, agar tidak menjadi kendala dikemudian hari” ujarnya
Sahputra mengungkapkan, Pemerintah Aceh Jaya harus berupaya dan memberikan dukungan serta memudahkan terwujudnya pembangunan Gardu Induk.
“Permudah urusan, termasuk pembebasan lahan untuk pembangunan GI jika diperlukan. Kita berharap suplai daya dan pelayanan listrik bagi masyarakat Aceh Jaya lebih maksimal dan stabil, tidak seperti selama ini” pungkasnya (*)