Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Kuliner · 6 Nov 2023 07:18 WIB ·

Godekh Sagu, Minuman Boba Khas Subulussalam


 Godekh Sagu kuliner khas Kota Subulussalam di PKA-8. (Foto: MC/RFZ)
Perbesar

Godekh Sagu kuliner khas Kota Subulussalam di PKA-8. (Foto: MC/RFZ)

Banda Aceh (AJP) – Ragam kuliner menarik hadir dalam acara Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke- 8. Salah satunya seperti Godekh Sagu, kuliner ala minuman “boba” khas Subulussalam.

Godekh merupakan adonan sagu yang direbus dengan air matang. Namun, istilah Godekh berkembang menjadi nama yang melekat untuk menyebut minuman ini secara umum.

Godekh terbuat dari santan cair yang direbus hingga matang dan dicampur dengan santan serta gula merah. Rasa legit dan manisnya bercampur dengan adonan sagu yang kenyal bertekstur lembut.

Paduan komposisi ini memberikan sensasi pecah yang khas, memancing orang yang meminumnya untuk mengunyah serta memainkan adonan sagu menggunakan lidah.

“Godekh Sagu berbahan baku sagu, santan dan gula merah. Ini memang minuman khas yang kita suguhkan di PKA-8,” ujar anggota Dekranasda Kota Subulussalam, Lisnawati di anjungan Subulussalam, Minggu (5/11/2023).

Minuman ini manis, kenyal dan segar dihidangkan dingin. Godekh Sagu menjadi unik karena tidak menggunakan bahan cendol dan agar-agar, melainkan sagu sebagai bahan pelengkapnya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Godekh Sagu yaitu air, tepung sagu, gula merah, gula pasir dan santan segar. Minuman ini sangat recomended jika dicampur es.

Di Subulussalam kuliner ini terkenal dengan sebutan ‘minuman boba’. Adonan sagu yang mengental kecoklatan membentuk seperti bulatan, layaknya minuman boba yang trend di masyarakat.

Perpaduan santan putih bercampur sagu yang kecoklatan membuat corak warna Godekh Sagu menjadi menarik. Maka tak heran, banyak pengunjung PKA-8 yang tertarik pada minuman ini.

Meski tergolong minuman khas sejak lama, namun pedagang minuman ini mulai jarang ditemui di hari-hari biasa. Godekh Sagu umumnya dihidangkan saat kegiatan adat, budaya atau adanya tamu kehormatan yang datang ke Subulussalam.

“Minuman ini jadi sajian utama jika ada tamu-tamu luar yang datang ke Subulussalam,” ucap Lisnawati.

Warga rata-rata banyak membuat Godekh Sagu saat bulan Ramadhan. Bagi masyarakat Subulussalam, minuman ini sangat cocok jadi sajian pelengkap saat berbuka puasa. Apalagi bahan bakunya juga mudah untuk dicari.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi Godekh Sagu, minuman ini tersedia di anjungan Kota Subulussalam. Harganya pun terbilang ramah di kantong, hanya Rp5000 per porsi.

Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan ragam kuliner lainnya yang tersedia di sana misalnya; Mie Rundeng, Nditak, Pelleng dan ragam kuliner khas Subulussalam.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Killa The Phia Bakal Manggung di Jerman

18 June 2024 - 08:45 WIB

Pangdam IM Silaturahmi ke Pendopo Bupati Aceh Jaya

13 June 2024 - 15:18 WIB

APH Tutup Mata, Illegal Logging Masih Marak Terjadi di Babahrot

10 June 2024 - 07:44 WIB

WALHI Aceh Temukan Illegal Logging di Kawasan Hutan Mukim Krueng Bireuen

28 May 2024 - 08:32 WIB

Harapan Pj Gubernur Aceh untuk Masyarakat Aceh di Perantauan

23 May 2024 - 08:48 WIB

Kejari Bireuen Eksekusi Uang Pengganti Korupsi PNPM Jeumpa dan Gandapura Senilai Rp 1,85 Miliar

22 May 2024 - 12:39 WIB

Trending di News