Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 5 Dec 2023 15:44 WIB ·

YLBH-AKA Aceh Jaya: Pemerintah dan BKSDA Abai atas Konflik Gajah dengan Manusia


 Direktur Eksekutif YLBH-AKA Aceh Jaya, Saifuddin, S.H (kanan) (Ist) Perbesar

Direktur Eksekutif YLBH-AKA Aceh Jaya, Saifuddin, S.H (kanan) (Ist)

Calang (AJP) – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum-Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Distrik Aceh Jaya mengkritik sikap pemerintah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait konflik berkepanjangan antara gajah dan masyarakat di wilayah Gampong Tuwi Priya, Ceuraceu, dan Alue Punti, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Direktur Eksekutif YLBH-AKA Aceh Jaya, Saifuddin, S.H saat menghubungi republikaaceh.net, Selasa (5/12/2023) mengungkapkan, meskipun konflik ini sudah berlangsung puluhan tahun, pihak pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, belum menunjukkan solusi konkret.

“Saat masyarakat mengambil tindakan tegas terhadap satwa dilindungi ini, pemerintah dan BKSDA baru “kebakaran jenggot” tanpa memberikan solusi yang memadai,” ujar Saifudin

Saifuddin menjelaskan, pada 2021, beberapa warga Gampong Tuwi Priya mengambil sikap tegas terhadap gajah yang meresahkan, mengakibatkan sekitar 10 orang warga harus dipenjara.

“Tindakan tersebut merupakan bukti ketidakmampuan pemerintah menangani konflik ini dengan solusi yang adil. Keterlibatan BKSDA Provinsi Aceh hanya mampu “menjerit-jerit ketika gajah mati akibat tindakan tegas masyarakat” ujarnya

Menurut Saifudin, BKSDA seharusnya tidak boleh menghindar dari tanggung jawabnya dan harus memberikan solusi konkret untuk meredam konflik tersebut.

Dengan nada tegas, Saifuddin juga mengkritik tajam pemerintah dan BKSDA atas penanganan konflik yang terus berlarut-larut tanpa solusi yang memadai.

“Jika BKSDA tidak mampu memberikan solusi konkret terkait konflik antara gajah dan manusia, instansi tersebut sebaiknya dibubarkan saja, karena tidak memberikan manfaat apapun bagi masyarakat setempat,” pungkasnya (*)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kejari Lhokseumawe Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi APBG Alue Lim, Negara Rugi Rp 347 Juta

23 July 2026 - 14:18 WIB

Kejari Banda Aceh Eksekusi Uang Pengganti Kasus Korupsi Wastafel Sebesar Rp 2,5 Miliar

23 July 2026 - 09:30 WIB

Lonjakan Investor Pasar Modal Aceh Tembus 51,96%, BNI Sekuritas Perkuat Edukasi dan Akses Investasi

23 July 2026 - 08:46 WIB

Iran Sembunyikan Fasilitas Nuklir 100 Meter di Bawah Gunung Pickaxe

23 July 2026 - 03:16 WIB

Kasus Penganiayaan yang Viral di Idi Tunong, Ini Alasan Tersangka Belum Ditahan

23 July 2026 - 03:07 WIB

Lagi, Gempa Guncang Gayo Lues Tadi Malam

23 July 2026 - 02:47 WIB

Trending di News