Jakarta (AJP) – Bupati Aceh Jaya, Safwandi bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Aceh melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (03/07/2025).
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Aceh Jaya, Teuku Reza Fahlevi, MM., Kepala BKPSDM Aceh Jaya, dan Kepala Diskominsa Aceh Jaya.
Saat kegiatan berlangsung, Gubernur Aceh, para Bupati dan Wali Kota se-Aceh, serta pimpinan BKN RI melakukan penandatanganan Komitmen Bersama sebagai bentuk dukungan nyata terhadap agenda reformasi birokrasi dan penguatan manajemen ASN secara nasional.
Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan birokrasi yang modern, responsif, dan adaptif terhadap tantangan pelayanan publik ke depan.
Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., dalam pernyataannya menyampaikan jika kunjungan tersebut sangat bermanfaat bagi daerah dalam rangka penguatan kapasitas tata kelola kepegawaian.
“Kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait arah kebijakan dan layanan kepegawaian nasional” ujar bupati
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum yang penting baginya untuk terus meningkatkan kualitas manajemen ASN, termasuk mempercepat transformasi digital layanan kepegawaian.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya siap untuk menindaklanjuti berbagai arahan dari BKN dan Pemerintah Pusat demi terciptanya birokrasi yang efisien, transparan, dan berdaya saing tinggi” tambahnya
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting kepada BKN.
“Kami mengusulkan penyederhanaan penugasan PNS antar instansi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menpan-RB Nomor 62 Tahun 2020, agar tidak lagi terhambat oleh prosedur yang panjang dan berbelit” ujar Gubernur
Dirinya yakin, reformasi birokrasi tidak akan berhasil tanpa penguatan manajemen ASN yang efektif maka perlu sinergi antara Pemerintah Aceh dan BKN sangat penting untuk menciptakan birokrasi yang adaptif
“Kami yakin reformasi birokrasi tidak akan berhasil tanpa penguatan manajemen ASN yang efektif, adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman,” pungkasnya (Adv)






















































