Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

Uncategorized · 10 Nov 2023 12:33 WIB ·

Kunjungan Firli Bahuri ke Aceh Dinilai Ulur Waktu, Apa Kabar 5 Kasus Korupsi yang Diselidiki KPK?


 Kunjungan Firli Bahuri ke Aceh Dinilai Ulur Waktu, Apa Kabar 5 Kasus Korupsi yang Diselidiki KPK? Perbesar

Banda Aceh (AJP) – Banyak masyarakat yang menyoroti kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri ke Banda Aceh dalam rangka kunjungan kerja.

Padahal, Firli kini masih berstatus saksi dalam penyelidikan Polda Metro Jaya dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait indikasi pemerasan atau gratifikasi dalam penanganan perkara oleh KPK.

Selama ini, Firli sendiri menjadi orang yang paling sering dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik ke Dewas KPK. Mulai dari dugaan membocorkan dokumen hasil penyelidikan di ESDM, sewa helikopter mewah, bertemu pihak-pihak yang terkait dengan perkara dan lainnya.

“Selama kepemipinan Firli saat ini, kewibawaan, marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap KPK jauh dari kepemimpinan KPK sebelumnya,” ujar Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, Jumat (10/11/2023).

Menurut Alfian, kedatangan pemimpin lembaga anti rasuah tersebut ke Aceh sama sekali tidak ada relevansinya dengan kerja antikorupsi karena integritasnya sangat bermasalah.

Sehingga (Firli) datang ke Aceh hanya mengulur-ngulur waktu atas pemanggilan penyidik ​​dan dewas KPK atas dugaan yang menjadi perhatian publik selama ini, katanya.

MaTA juga menjelajahi perkembangan lima kasus dugaan kasus Korupsi di Aceh yang pernah mengintai KPK dengan pagu anggaran Rp 5.427 triliun yang sampai sekarang tak ada kejelasan.

Padahal, penyelidikan dimulai sejak tanggal 3 Juni 2021 lalu dan memasuki 890 hari pasca penyelidikan. KPK juga tidak menanggapi dua surat dari penyelenggaraan masyarakat sipil Aceh tentang perkembangan kasus-kasus tersebut.

“Belum adanya kepastian hukum atas penyelidikan kasus tersebut maka kami patut menilai KPK bermain dengan kasus yang kami maksud, sehingga hasil lidik tidak ada perkembangan apa pun dan tidak ada kepastian hukum,” tegasnya.

Menyikapi kejadian dugaan intimidasi yang terjadi atas dua wartawan Banda Aceh tadi malam, MaTA juga mendukung penuh sikap AJI, IJTI dan PWI.

“Ini juga menjadi pesan kepada masyarakat kedatangan pimpinan KPK ke Aceh jelas menghindar atas penyelidikan yang sedang berlangsung saat ini, sehingga tidak memiliki kesiapan padahal pimpinan KPK adalah sebagai pejabat publik,” ucapnya.

“Kami juga menyerap adanya pejabat Pemerintah Aceh yang memfungsikan dirinya sebagai pagar betis saat teman-teman media meminta wawancara Ketua KPK, pejabat itu atas penelusuran kami ternyata sudah dua kali memeriksa KPK atas kasus korupsi pada pagu anggaran Rp 5,427 triliun tersebut,” simpulnya.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Killa The Phia Bakal Manggung di Jerman

18 June 2024 - 08:45 WIB

Pangdam IM Silaturahmi ke Pendopo Bupati Aceh Jaya

13 June 2024 - 15:18 WIB

APH Tutup Mata, Illegal Logging Masih Marak Terjadi di Babahrot

10 June 2024 - 07:44 WIB

WALHI Aceh Temukan Illegal Logging di Kawasan Hutan Mukim Krueng Bireuen

28 May 2024 - 08:32 WIB

Harapan Pj Gubernur Aceh untuk Masyarakat Aceh di Perantauan

23 May 2024 - 08:48 WIB

Kejari Bireuen Eksekusi Uang Pengganti Korupsi PNPM Jeumpa dan Gandapura Senilai Rp 1,85 Miliar

22 May 2024 - 12:39 WIB

Trending di News