Banda Aceh (AJP) – Tim gabungan bea cukai, kepolisian, pihak bandara hingga imigrasi kembali menggagalkan penyelundupan emas seberat 2,9 kilogram lebih.
Emas dalam jumlah banyak ini diketahui hendak dikirim ke Malaysia melalui penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Penindakan tersebut dilakukan pada Rabu, 1 Juli 2026 lalu, setelah petugas mengamati barang bawaan para penumpang berdasarkan informasi intelijen.
Tim menemukan emas batangan seberat 2,9 kilogram lebih yang bernilai Rp 7,2 miliar lebih, berdasarkan Harga Referensi (HR) ekspor emas Kementerian Perdagangan per 1 Juli 2026.
Selain menyita emas, petugas mengamankan seorang pelaku yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) berinisial GP.
Hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa GP tak menyampaikan pemberitahuan pabean kepada petugas bea cukai saat akan membawa barang berharga itu ke luar negeri.
Kepala Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam menjaga perbatasan dan mencegah keluarnya komoditas strategis secara ilegal.
Menurutnya, penyelundupan emas tak hanya berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan bea keluar dan perpajakan, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional.
“Penyelundupan komoditas strategis seperti emas ini tidak hanya merugikan negara dari sektor pajak dan bea keluar, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi,” ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026.
“Kami berkomitmen akan menutup segala celah bagi upaya penyelundupan komoditas berharga milik bangsa,” tegas Rahmat lagi.
Bea cukai bersama instansi lain akan terus memperkuat pengawasan melalui pemanfaatan intelijen, analisis risiko, serta kerja sama lintas instansi guna mencegah berbagai penyelundupan yang merugikan negara.
“Bea Cukai Banda Aceh mengimbau para pelaku usaha atau masyarakat mematuhi ketentuan kepabeanan dan regulasi ekspor yang berlaku,” ungkapnya.
“Sehingga tercipta iklim perdagangan yang sehat, adil, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” tambah dia.






















































