Banda Aceh (AJP) – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Lomba Mewarnai Anak dan Lomba Bercerita Islami yang diikuti oleh ratusan anak dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan momentum Maulid Nabi sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 195 anak, terdiri atas 173 peserta Lomba Mewarnai dan 22 peserta Lomba Bercerita Islami.
Lomba Mewarnai mengangkat tema “Mekkah dan Madinah”. Para peserta menuangkan kreativitas mereka melalui karya pada media kertas A3 yang telah disediakan panitia. Selain mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas, tema tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi anak-anak untuk mengenal tempat-tempat yang memiliki nilai penting dalam sejarah dan peradaban Islam.
Sementara itu, Lomba Bercerita Islami mengangkat tema “Kisah Nabi Muhammad SAW”. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kisah mengenai keteladanan, akhlak, perjuangan, kehidupan, maupun peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan Rasulullah SAW.
173 Anak Ikuti Lomba Mewarnai
Lomba mewarnai mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Sebanyak 173 anak usia 4–10 tahun mengikuti perlombaan dan menunjukkan kreativitas masing-masing dalam menginterpretasikan tema Mekkah dan Madinah.
Koordinator Lomba Mewarnai, Ukty Ikramah, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan orang tua yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Sebanyak 173 anak ikut berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya masing-masing. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus mengenalkan nilai-nilai Islam melalui tema Mekkah dan Madinah,” ujar Ukty Ikramah, S.H.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, ditetapkan para pemenang Lomba Mewarnai sebagai berikut:
Juara 1: Muhammad Rayyan
Juara 2: Teungku Muhammad Ar Razziq
Juara 3: Aulia Rizkyna
Juara Harapan 1: Keysha Nabila
Juara Harapan 2: Nadiyya Azzahra
Juara Harapan 3: Cut Arumi Safaluna
Juara Favorit: Bilqis Askia Raisa.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, antara lain kreativitas, kerapian, komposisi dan perpaduan warna, teknik pewarnaan, kesesuaian dengan tema, serta keindahan hasil karya.
22 Anak Tampil dalam Lomba Bercerita Islami
Antusiasme juga terlihat dalam pelaksanaan Lomba Bercerita Islami. Sebanyak 22 peserta tampil membawakan kisah Nabi Muhammad SAW di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Para peserta tidak hanya dituntut mampu menguasai materi cerita, tetapi juga menunjukkan keberanian, ekspresi, intonasi, penghayatan, kreativitas penyampaian, serta kemampuan mengambil pesan keteladanan dari kisah yang disampaikan.
Koordinator Lomba Bercerita Islami, Ukty Naura, S.Psi., mengatakan bahwa keberanian anak-anak untuk tampil dan menyampaikan kisah Rasulullah SAW merupakan salah satu hal yang sangat diapresiasi dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi keberanian seluruh peserta. Sebanyak 22 anak telah tampil membawakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Harapannya, anak-anak tidak hanya mampu menceritakan kisah Rasulullah, tetapi juga dapat memahami dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ukty Naura, S.Psi.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, ditetapkan para pemenang Lomba Bercerita Islami sebagai berikut:
Terbaik Putri 1:
An. Adiba Syakila Priyadi
Terbaik Putra 1:
An. Muhammad Ghazan Nisfa
Juara Harapan 1:
Jihan Syakila Ulya
Juara Harapan 2:
Nasadela Midra
Juara Harapan 3:
Cut Khanza Azzahra
Juara Favorit:
Muhammad Yazid El-Haq
Para pemenang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian yang meliputi penguasaan dan pemahaman cerita, kelancaran bercerita, keberanian dan kepercayaan diri, ekspresi dan intonasi, penghayatan cerita, kreativitas penyampaian, kesesuaian cerita dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, serta ketepatan waktu.
Bukan Sekadar Perlombaan
Kegiatan yang diselenggarakan Remaja Masjid Raya Baiturrahman tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan potensi anak sejak dini.
Melalui lomba mewarnai, anak-anak diberikan ruang untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Sedangkan melalui lomba bercerita, peserta dilatih untuk berani tampil, berkomunikasi, memahami cerita, serta menyampaikan pesan-pesan keteladanan Rasulullah SAW.
Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak.
Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua, sekolah, sanggar, TPQ/TPA, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kepada seluruh pemenang, penghargaan yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi. Sementara bagi seluruh peserta, keberanian untuk mengikuti dan menyelesaikan perlombaan menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus belajar.
Melalui kegiatan tersebut, Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta nilai-nilai akhlak mulia kepada generasi muda.






















































