Banda Aceh (AJP) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Aceh dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM di Aceh.
Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan distribusi energi berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan sinergi tersebut, Pertamina bersama Pemerintah Aceh melakukan rapat koordinasi guna mengevaluasi kondisi penyaluran BBM di lapangan.
Selain itu, hal ini juga sekaligus untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi kepadatan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU.
Melalui forum itu, seluruh pihak berkomitmen memperkuat koordinasi serta meningkatkan pengawasan agar penyaluran BBM dapat berjalan lebih efektif.
Menindaklanjuti hasil rapat, tim gabungan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh untuk melihat secara langsung kondisi penyaluran BBM di lapangan.
Ke depan, kegiatan sidak ini akan dilakukan berkala sebagai bagian dari evaluasi bersama sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain penguatan pengawasan, Pertamina Patra Niaga juga melakukan langkah operasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di antaranya, adalah melalui penambahan operator pada pulau pompa di seluruh SPBU di Provinsi Aceh apabila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengisian BBM sehingga antrean dapat diminimalisasi dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Sidak tersebut dihadiri Kanit 2 Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Aceh, AKP Edi Muliadi, Kasubdit I Ditreskrimsus, Kompol Sofyan, Kabid Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, serta Kabag SDA, Husaini.
Selanjutnya, juga hadir Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Aceh, Munardi, serta Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori.
Dari hasil sidak, tim gabungan memastikan stok BBM di seluruh SPBU yang menjadi lokasi pemantauan berada dalam kondisi aman dengan seluruh produk tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, seluruh SPBU juga telah menerapkan penggunaan QR Code dalam penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada saat pelaksanaan sidak, tim gabungan turut menemukan sejumlah kendaraan yang terindikasi sebagai kendaraan pelangsir sedang mengantre di SPBU.
Menariknya, ketika pengawasan berlangsung, tampak beberapa kendaraan tersebut memilih keluar dari antrean dan meninggalkan lokasi SPBU.
Kondisi tersebut berdampak pada antrean kendaraan yang kembali normal dan tidak lagi mengular hingga keluar area SPBU.
Kabid Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma mengatakan, sinergi lintas instansi merupakan langkah penting memastikan penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi, agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Pemerintah Aceh terus mendorong pengawasan penyaluran BBM secara bersama-sama agar distribusi energi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
“Melalui sinergi ini, kami berharap penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang memang berhak,” sambung dia.
Sejalan dengan hal itu, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Sofyan menegaskan, aparat penegak hukum akan terus mendukung upaya pengawasan guna mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam mencegah praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ungkapnya.
“Pengawasan bersama akan terus dilakukan sebagai langkah preventif, dan apabila ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Sofyan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menyebut bahwa penguatan sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga keandalan penyaluran BBM di Aceh.
“Kolaborasi yang erat bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan aparat penegak hukum memungkinkan berbagai langkah percepatan dapat segera diimplementasikan,” ucapnya.
“Tidak hanya melalui pengawasan bersama di lapangan, tetapi juga melalui penguatan pelayanan di SPBU agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin cepat, aman, dan nyaman,” lanjut dia.
Fahrougi juga menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran BBM di Aceh tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.






















































