Menu

Mode Gelap
Ratusan ASN di Aceh Jaya Belum Terima Gaji Ulama dan Pj Bupati Aceh Jaya Bahas Penguatan Kemandirian Dayah Dua Oknum Anggota Polda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya Saat Proses Sortir, Panwaslih Aceh Jaya Temukan 137 Surat Suara Rusak Pemkab Aceh Jaya Buka Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama

News · 17 Mar 2026 14:09 WIB ·

Pertamina Regional Sumbagut: Kenaikan Konsumsi Gasoline Diprediksi 9,5 Persen


 Pertamina Regional Sumbagut: Kenaikan Konsumsi Gasoline Diprediksi 9,5 Persen Perbesar

Aceh, (AJP) – Selama Ramadhan dan Idulfitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memprediksikan kenaikan konsumsi BBM Gasoline (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) hingga 9,5 persen.

Sementara itu, untuk BBM Gasoil (Solar atau Bio Solar, Pertamina Dex, kecuali Dexlite) diprediksi akan terjadi penurunan konsumsi lantaran kurangnya aktivitas angkutan barang.

Hal itu diungkapkan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi dalam konferensi pers bersama awak media se- Pulau Sumatera secara luring dan daring, Selasa (17/3/2026).

Menurut Sunardi, kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline terjadi di seluruh wilayah kerja (Aceh, Sumut, Sumbar, Kepulauan dan Riau), dengan prediksi kenaikan tertinggi terjadi di Sumbar.

“Kami prediksi akan terjadi kenaikan konsumsi BBM pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama jenis Gasoline yaitu sekitar 9,5 persen,” ujarnya.

“Prediksi kenaikan tertinggi yaitu di Sumatera Barat, karena merupakan salah satu daerah tujuan perjalanan seperti maupun kunjungan wisata,” lanjut dia.

Konsumsi BBM jenis Gasoline di lima provinsi wilayah PPN Regional Sumbagut, jelasnya, diperkirakan naik dari 13.398 kiloliter per hari menjadi 14.671 kiloliter per hari.

Untuk jenis Pertalite naik dari 11.190 kiloliter menjadi 12.124 kiloliter per hari atau naik 8,3 persen. Lalu, untuk BBM jenis Pertamax naik dari 1.831 kiloliter per hari menjadi 2.202 kiloliter per hari atau naik 14 persen.

“Sedangkan untuk Pertamax Turbo diperkirakan naik sekitar 25 persen dari 278 kiloliter menjadi 344 kiloliter per hari,” katanya.

Ia menyebut, dibagi per provinsi wilayah kerja PPN Sumbagut, prediksi kenaikan konsumsi gasoline tertinggi terjadi di Sumbar yaitu sekitar 18 persen dengan rata-rata konsumsi normal menjadi 2.599 kiloliter per hari.

Sementara di Aceh, kenaikan konsumsi 9,6 persen menjadi 2.037 kiloliter, Sumut naik 8,9 kiloliter menjadi 5.592 kiloliter, Riau naik sekitar 8,7 persen menjadi 3.065 kiloliter, dan Kepulauan Riau naik sekitar 3,1 persen menjadi 1,378 kiloliter per hari.

Sementara, konsumsi BBM Gasoil diperkirakan akan turun sekitar 8,2 persen terutama pada libur Idulfitri, lantaran adanya pembatasan kendaraan angkutan barang beberapa hari sebelum dan sesudah lebaran.

Dia juga merincikan bahwa konsumsi Solar atau Biosolar diperkirakan turun 8,5 persen dari kondisi normal sekitar 9.014 kiloliter menjadi 9.030 kiloliter per hari.

Sedangkan untuk Dexlite, diperkirakan naik sekitar 8,6 persen dari 302 kiloliter menjadi 328 kiloliter per hari, dan Pertamina Dex naik 10 persen dari 83 kiloliter menjadi 92 kiloliter per hari.

“Rata-rata konsumsi BBM Gasoil ini turun karena adanya pengurangan aktivitas angkutan barang kecuali untuk jenis Dexlite dan Pertamina Dex untuk kendaraan pribadi bermesin diesel,” ungkap Sunardi.

Masih menurut dia, puncak arus bepergian pertama libur Idulfitri akan terjadi pada tanggal 14 dan 15 Maret 2026, puncak arus bepergian kedua pada tanggal 18 dan 19 Maret 2026.

Sedangkan puncak arus balik pertama akan terjadi pada 24 dan 25 Maret, serta puncak arus balik kedua libur Idulfitri akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG masyarakat selama masa libur Ramadan dan Idulfitri, pihaknya telah menyiagakan seluruh infrastruktur yaitu 19 integrated dan fuel terminal, 5 aviation terminal, 842 SPBU, dan 1.079 pertashop.

Selanjutnya, untuk LPG juga telah disiagakan sebanyak 934 agen, 88 SPBE, serta ada juga 9 agen minyak tanah PSO.

“Pada jalur potensial yaitu jalur wisata, jalur tol, dan jalur utama juga disiapkan layanan energi pendukung berupa SPBU siaga 24 jam, layanan modular, motorist BBM dan LPG,” katanya.

“Juga ada Kios Pertamina Siaga, termasuk mobil tangka standby, serta tim tanggap darurat sebagai langkah antisipasi di daerah berpotensi rawan bencana,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian

22 May 2026 - 17:37 WIB

Sembilan Terpidana Dicambuk di Taman Sari

21 May 2026 - 11:29 WIB

Awak Pesawat Investor Saham, Kolaborasi BEI dengan Industri Aviasi

21 May 2026 - 11:20 WIB

Bea Cukai Gagalkan Upaya Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia

21 May 2026 - 09:22 WIB

Gedung Fakultas Pertanian USK Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab

21 May 2026 - 08:17 WIB

Pertamina Pastikan Penanganan Aman Insiden Mobil Tangki di Bener Meriah

21 May 2026 - 05:38 WIB

Trending di News